UNTUKMU WANITA..HARUM KARENA KETEGUHANMU..


mjulkifli – Seiring kecendrungan akan hedonisme terutama para wanita yang hanya menurutkan selera hawa. Perhiasan kalian selalu tampakkan demi karier, sanjungan popularitas. Kalian berusaha tampil secantik seanggun mungkin agar lawan jenis menyukai dan menyanjung kalian, dikatakan ” Cantiknya, kamu..”.Para wanita sisimu terlahir banyak koruptor juga sisimu terlahir mujahid-mujahid sejati serta sisimu suatu negeri akan tegak karena keberlangsungan negeri itu bergantung kalian, para wanita.

Tidaklah mengapa masih banyak wanita memiliki keteguhan laksana baja tidak lapuk, patah karena beban yang menggeluti mereka. Contoh kisah keteguhan seorang Masyitah..Dia bekerja sebagai tukang sisir rambut anak perempuan Raja Firaun manusia terkejam sepanjang sejarah. Suatu hari, ketika menyisir rambut anak perempuan Firaun, tiba-tiba sisirnya jatuh dari tangannya. Iapun berkata, ” Demi nama Allah……….”Anak perempuan Firaun berkata,” Maksudmu Allah itu ayahku?” Sontak wanita itu memekik,” Tidak, Allah itu adalah tuhanku, tuhanmu dan tuhan ayahmu!”. Anak itu heran ada tuhan selain dari babaknya. Maka, ia melaporkan hal itu kepada babaknya. Firaun tersentak, kenapa diistana ada orang yang menyembah selain dirinya, lalu Firaun memanggil Masyitah dan bertanya kepadanya, “Siapa tuhanmu?”Wanita itu menjawab ” Tuhanku dan tuhanku adalah Allah” Firaun menyuruhnya keluar dari agamanya, namun wanita tersebut tetap tegar dengan keyakinannya. Firaun marah besar ia menahannya memukulinya. Ia perintahkan kepada anak buahnya agar menyiapkan periuk besar dari tembaga, kemudian dibawahnya diberi tungku api panas membara hingga mendidih. Firaun sadar tahu bahwa ia masyitah sangat mencintai kelima anaknya yang yatim lucu-lucu. Karena merekalah masyitah bekerja keras banting tulang dan memberi mereka makan. Firaun ingin menambah pedih penderitaan wanita tersebut agar mudah terbujuk untuk membalikkan keyakinannya. Ia hadirkan kelima anaknya yang masih kecil2, mereka keluar celingukan tak mengerti kenapa mereka digirng. Ketika melihat ibunya ada disana serentak mereka berhamburan sambil menangis. Masyitah merengkuh mereka semua dan menciumnya sambil menangis. Lalu gendong anaknya yang paling kecil dipangkuannya dan menyusuinya. Ketika Firaun melihat pemandangan ini, ia perintahkan tentaranya agar menyeret anak masyitah yang paling besar untuk dihadapkan pada periuk yang telah meluap-meluap minyaknya. Anak itu meronta meraung2 minta tolong pada ibunya, sedang tentara itu tanpa belas kasih memukul tengkuk kedua tangannya. Si ibu melihat pemandangan dengan hati pilu, sambil berkata pada anaknya ” Siksaan ini hanya beberapa saat saja, wahai anakku”. Hingga, anak tersebut dilempar kedalam api yang menggelegak disertai gelombang minyak yang mendidih. Si ibu menangis dan melihatnya dengan iba, sedang saudara-saudaranya menutupi tangannya yang mungil-mungil. Ketika dagingnya meleleh dari tubuhnya yang ringkih, lalu menyembullah tulang-tulang yang putih kepermukaan minyak. Firaun menoleh kedapada masyitah agar kufur kepada   agamanya.

Namun ia tetap menolaknya. Firaun tambah murka, kemudian ia perintahkan kepada tentaranya untuk mengambil anaknya yang kedua. Anaknya direbut dari rengkuhan ibunya. Ia menangis berteriak dan meminta tolong. Ibunya menenangkannya ” Siksaan ini hanya beberapa saat saja, wahai anakku”. Hingga anak yang kedua dilempar kedalam periuk besar itu. Masyitah tetap tegar dan teguh pada pendiriannya serta tak gentar akan perjumpa dengan Rabb nya. Begitupun terjadi pada anaknya yang ketiga dan keempat. Sang ibu mencium bau nyinyir yang menyengat, ia menangis hatinya tercabik2 menyaksikan pemandangan tersebut. Sepanjang masa ibunya mengendong mereka di pangkuannya, menyusui dan bangun dimalam hari karena rengekan mereka. Namun wanita ini bersabar dengan menguatkan dirinya.

Tak lama, merekapun bergerak kembali menujunya, terjadilah aksi dorong mendorong. Terlepaslah anak kelimanya yang sedang menyusui dari rengkuhan tangannya.Ketika terlepas bayi mungil itu memekik dan sang ibupun menangis. Tatkala Allah SWT melihat belas kasih wanita itu, ketakberdayaanya, dan kerisauannya yang sangat mendalam terhadap sang anak, tiba2 Allah memberikan kemampuan bicara pada anak mungil itu dalam buaiannya” Duhai bunda, bersabarlah! Karena bunda berada di jalan yang benar”. Lalu menghilanglah suaranya bersamaan tenggelammnya dalam gelombang panas yang mendidih menyusul keempat saudaranya. Kelima anaknya telah pergi tinggal ia sendiri juga akan menyusulnya. Masyaallah..Itulah salah satu kisah keteguhan sang wanita penghuni surga beserta kelima anaknya, harum terasa karena keteguhanmu..wanita..wallahu’alam..

/mjk

Advertisements
This entry was posted in Al Islam, Dakwah, Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s