AHAMMIYATU MA’RIFATILLAH – URGENSI MENGENAL ALLAH SWT


mjulkifli – Mengenal Allah SWT bagi seorang muslim adalah keniscayaan dan wajib atasnya. Mengenal  Allah SWT  suatu keharusan bagi ummat Muhammad SAW . Pemahaman ini tidak bisa dianggap remeh karena ini pangkal pokok agama. Menjadi pondasi kekuatan beragama, tanpanya pengamalan beragama akan rapuh seperti rapuhnya buih dilautan. Kekuatan energi beragama  bergantung sampai sejauh mana kekuatan aqidah seorang muslim termasuk ma’rifatullah ini seperti kuatnya gelombang dilautan.

Allah SWT adalah tuhan sang pencipta alam, yang menghidupkan dan mematikan, dzat maha sempurna berbeda dengan semua makhluk, kesempurnaannya tiada tandingannya begitupun kekuasaannya. Dia Maha segalanya Maha Esa tidak bergantung kepada siapapun, Allah SWT tidak sama dengan makhluk dalam segala hal, kalau Allah SWT disamakan dengan makhluk maka bukanlah Dia sebagai Tuhan semesta alam. Sangatlah naïf memang ada banyak manusia yang tidak percaya pada Tuhan semesta alam yaitu Allah SWT, semantara mereka sangat membutuhkan diri sebagai makhluk. Apakah mereka tidak berakal? Apakah mereka tidak berfikir sementara curahan kasih sayangnya melebihi segalanya? Apakah mereka tidak berpikir bagaimana ia diciptakan dengan air yang sangat hina? Siapakah yang mencipakan air hina itu atau engkau manusia?

Jikapun demikian masih banyak manusia mengingkari apa yang diberikan Allah SWT.  Mulai ia mendapat siang dan malam, udara yang demikian segar, buah-buahan beraneka bentuk dan rasa, rasa cinta, air penghilang dahaga, bintang dilangit, cahaya matahari, bulan purnama yang indah, seorang ibu yang sangat mencintai anaknya. Siapakah yang memberi itu semua? Adakah sekalian mengingkari nya?Tapi mengapa kalian masih percaya ada Tuhan selain dari Allah SWT?Mengapa kalian durhaka kepada Tuhan yang Maha Esa padahal engkau manusia sangat lemah?Apakah kalian buta atau pura-pura buta?

Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak  pula kemudaratan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang? apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya, sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa” (QS 13:16)

Kurang bagaimana Allah SWT tuhan semesta alam karena begitu kasih sayangnya kepada manusia, Allah SWT jelaskan  segamblang-gamblangya baik secara fitri, aqli maupun nagli melalui NabiNYA tercinta Muhammad SAW .Sungguh kalau demikian manusia  memang sangat melampui batas. Dalil-dalil yang menguatkan.

1. Fitrah

Manusia adalah makhluk yang unggul, Allah SWT ciptakan makhluk ini dengan sempurna sampai-sampai malaikat berkata kepada Allah SWT  “Qaalu ataj’alauu fiiha mayyufsidu fihaa wayas fikuddimmaa……” berkata malaikat “ Ya allah, apakah engkau menciptakan manusia yang selalu membuat keruasakan dimuka bumi dan selalu menumpahkan darah?Padahal kami selalu mensucikan dan memuji engkau?” Allah SWT berfirman “Sesungguhnya aku lebih tahu apa yang kamu tidak  tahu. Apalagi Iblis “laknatullah alaih” ia tidak mau bersujud/hormat kepada Adam karena ia merasa lebih baik dari adam. Abaa was takbar. Wakana minal kaafirin. Iblis takabbur sombong.

Allah SWT menganugerahkan nilai-nilai uluhiyah/ketuhanan  kepada manusia sejak dalam masa kandungan ketika lahir dan beranjak dewasa muncul kebengalannya,  bebal seperti bebalnya iblis karena  kesombongannya, tidak mau menerima kebenaran buta tuli seperti binatang ternak malah lebih sesat dari itu. Firman Allah SWT Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka ,seraya berfirman: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul ,Engkau Tuhan kami ( kami menjadi saksi)”. Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami  (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,(QS 7:172)

2. Aqli (Akal)

Jelas  sekali keberadaanNYA sejelas dan seterang Matahari.  Apakah kalian tidak mengetahui bagaimana Allah curahkan air hujan dari langit? Apakah kalian tidak berfikir bagaimana Allah menegakkan langit dengan hiasan bintang dan bumi sebagai hamparan tumbuhannya beraneka corak ragam?Apakah kalian tidak berfikir bagaimana Allah menciptakan tubuhmu yang indah? Apakah kalian tidak mengetahui pula bagaimana binatang melata berjalan dengan perutnya? Bukti mana lagi wahai manusia yang punya akal. Firman Allah SWT “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,( QS  3:190)

 3. Naqli (Nash)

Sejak Nabi Adam as  bersama keturunannya kecendrungan manusia memang selalu menyimpang. Dengan sahwat terbukti Qabil membunuh saudaranya, itulah manusia membunuh karena kejahilan dan syahwatnya. Lupa daratan terus berlanjut sampai kurun waktu tertentu diutuslah Nabi Nuh as sebagai penerang manusia agar mengetahui siapa yang menciptakan langit dan bumi. Itupun manusia selalu menentang dan menyangsikan keberadaan Allah SWT sebagai dzat yang Maha Tunggal, hingga mereka  disapu bersih dengan adzabnya  banjir tiada tara.

Para nabi diutus kedunia dalam rangka sebagai penjelas penyeru agar manusia sadar bahwa hanya Allah SWT tuhan yang satu Esa tiada sekutu bagiNYA. Sebagai penutup para Nabi diutuslah Muhammad Rasulullah SAW agar manusia benar-benar memurnikan agamanya memurnikan aqidahnya, mengenal Allah SWT secara jelas melalui ayat-ayatnya. Maha benar Allah Swt dengan segala firmannya. Firman Allah SWT Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur’an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui”. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”, (QS  6:19)

Itulah mukjizat  Quran yang benar dan sangat hebat, begitu hebatnya Quran ini  Allah SWT menantang dengan firmannya Waiizdkulltum fii raybimmimma nazzalna ‘ala ‘abdina fa’tu bisuratimmimistlihi wad’u shuhadaa ‘akum mindunilllahi inkuntum shodiqin ..”Dan jika kalian merasa ragu dengan Quran apa yang aku turunkan kepada hambaku (Muhammad) panggillah diantara kalian untuk membuat satu surat saja jika kalian adalah orang-orang yang benar” ..Sampai detik inipun Quran asli tidak terkotori tangan-tangan manusia untuk merubahnya, karena Allah SWT telah menyiapkan hati dan pikiran manusia agar Quran mudah dihafal. Ribuan manusia telah menghafalkannya dan tak satupun huruf yang berubah sejak Rasulullah hadir 15 abad yang lalu.

Wallahu ‘alam bissowab.

/mjk

Advertisements
This entry was posted in Al Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s