TANGISAN BOCAH


Tangisan bayi

mjulkifli – Malam menghabiskan gelap menjelang fajar putih semburat. Kokok ayam bernyanyi pertanda pagi menghabiskan lelahnya, datang tersenyum mengambang kepada penghuni alam metro.Itulah kuasa sang Ilahi setiap pagi tanpa pamrih bayang pagi selalu memberi senyum tanpa lelah, tanpa cemberut bahkan ia selalu memberi nuansa kesegaran. “Bundaaa..”isak bocah tanggung 5 tahunan. “Bundaaa..dedek..bunda”..Dengan sigap bunda menyiapkan botol dot dan susu pada buah hatinya. Saat itu pula sang bocah berhenti merengek. Ia menikmati segenap cinta terhadap dot susu, langsung menyantap menikmatinya. Sekiranya saat itu bunda tawarkan mobil2an seharga 50 juta, pasti sang bocah tak kan berhenti menangis. Itulah rasa sang bocah akan naluri jiwa pilihannya dan itu terus berulang sampai waktu tertentu. Di pagi buta pula dentuman menggelegar. Asap putih mengepul menjulang memanggil manusia dalam lelap. Gerangan apa yang terjadi, tanya para pemimpi alunan tidurnya. Habislah dan kematian ia resakan bersama mimpi-mimpi itu. Ternyata dentuman bukan mimpi, tapi kiriman para durjana yang ingin menghabiskan nyawa2 manusia tanpa belas kasih. Keseharian terjadi berupa kiriman rudal hingga tiada lena lelap kecuali hanya siap siaga. Sedang orang yang terlelap tidurnya maka matilah ia bersama mimpi2 indahnya. Bersamaan itu bocah tanggung 6 tahunan merengek..”Ummiiiii..”dengan sigap pula sang ummi memberi ia batu2 kecil beserta ketapelnya. Ya..saat itu pula bocah tanggung dengan sigap menikmati rasa cinta pada batu dan ketapel. Semburat keluar ingin menikmati suasana heroik menentang para durjana di pagi buta. Barangkali saat itu pula sang ummi bila memberi segelas susu atau dot maka sang anak akan berontak nangis karena keseharian mereka bergulat dengan darah dan senjata.Begitu juga tangis2 kita bila hanya menangisi gemerlap dunia seisinya tanpa menangisi waktu sangat panjang waktu tanpa batas dan sangat pasti datang memeluk kita, maka itulah tangis2 merugi. Rugi karena tangis itu adalah kesia2an, bukan tangis kebahagian.Menangislah karena hidup panjang tanpa batas bukan hanya mimpi2 pendek sebelum tangis darah menghiasi diri kita. Nikmati..hisaplah..hidup panjang seperti tangis bocah karena susu, batu dan ketapelnya bukan tangis rona aroma dunia yang semakin membusuk. “ Sekiranya kalian tahu kehidupan masa panjang nanti dan kerasnya disana, maka kalian lebih banyak menangis dari pada tertawa” Sabda SAW. Maka TANGISAN SANG BOCAH itu..hanya teruntuk kita dalam merengkuh nikmat tak berujung serta sengsara tak terperikan.

/mjk

Advertisements
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s